Kamis, 10 Juni 2010

PROPOSAL KUNJUNGAN RUMAH (HOME VISITE)

PROPOSAL KUNJUNGAN RUMAH
(HOME VISITE)

A. Identitas Klien
Inisial Klien : Tn. K
Usia : 18 tahun
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Nomor Register : 00.99.85
Masuk RSJSH : 19 Maret 2010
Nama Keluarga : Tn. K
Nama Penanggung Jawab : Dinas Sosial panti laras - Cengkareng
Alamat : Kp.Poncol Bulak Rt : 06 / Rw 017
Simpang Tujuh Bekasi Selatan
Tanggal Kunjungan : 02 April 2010.

B. Tujuan Kunjungan Rumah
1. Tujuan Umum
Keluarga dapat menerima dan merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dan menjadi system pendukung yang efektif.
2. Tujuan Khusus
a. Memberikan informasi kepada keluarga tentang perkembangan kondisi klien selama di Rumah sakit.
b. Memvalidasi data dan melengkapi data yang diperoleh dari klien dan data sekunder (rekam medik) mengenai :
• Alasan masuk atau dirawat di Rumah Sakit.
• Faktor predisposisi dan presipitasi.
• Genogram keluarga.
• Persepsi keluarga terhadap penyakit yang diderita klien.
• Support system dalam keluarga.
3. Mengkaji pengetahuan keluarga tentang perawatan klien gangguan jiwa di rumah dikaitkan dengan 5 fungsi keluarga yaitu :
a. Keluarga dapat mengenal masalah yang menyebabkan klien kambuh.
b. Keluarga dapat mengambil keputusan dalam melakukan perawatan terhadap klien.
c. Keluarga dapat merawat klien dirumah.
d. Keluarga dapat memodifikasi lingkungan yang terapeutik dalam merawat klien.
e. Keluarga dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat untuk merawat kesehatan klien.
4. Memberikan pendidikan kepada keluarga sesuai dengan masalah yang ditemukan saat pengkajian.
5. Memotivasi keluarga untuk melanjutkan perawatan di rumah.




C. Rencana Tindakan Keperawatan
1. Fase Orientasi
a. Salam terpeutik
1) Ucapkan salam
2) Perkenalkan nama,asal,tujuan,dan lama kunjungan
3) Beri informasi bahwa klien mulai di rawat oleh mahasiswa sejak tanggal 22 maret 2010,dimulai pada pukul 08.00 – 14.00 WIB
4) Menanyakan tentang perilaku klien dirumah yang menyebabkan keluarga memutuskan untuk membawa klien ke Rumah Sakit.
5) Menanyakan kepada keluarga faktor apakah yang menyebabkan klien mengalami gangguan jiwa.
6) Menanyakan tentang keluarga klien (orang tua,suami,anak).
7) Menanyakan kepada klien tentang tanggapan keluarga mengenai penyakit yang diderita klien.
8) Menanyakan harapan keluarga terhadap kesembuhan klien.
9) Menanyakan dan mengobservasi kondisi lingkungan tempat tinggal klien.
10) Menanyakan kepada keluarga mengenai cara perawatan dan pengobatan yang telah dilakukan keluarga selama klien dirumah.
b. Kontrak
Selama 1 jam (jam 10.00-11.00 WIB) perawat dan keluarga akan berdiskusi tentang cara perawatan klien yang seharusnya dilakukan keluarga selama dirumah, memberi informasi tentang kondisi klien di Rumah Sakit, validasi data dari keluarga dan kesiapan keluarga terhadap kepulangan klien.

2. Fase kerja
Tindakan keperawatan sesuai dengan diagnosa keperawatan
1. Harga Diri Rendah
SP 4 K : Klien mendapat dukungan dari keluarga dan diharapkan keluarga dapat merawat klien dengan harga diri rendah dirumah
Tindakan Keperawatan :
- Diskusikan masalah yang dihadapi keluarga dalam merawat klien HDR:
 Jelaskan kepada keluarga tentang pengertian HDR yang ada pada klien.
 Tanda dan gejala HDR
 Cara merawat klien HDR
 Mendemonstrasikan cara merawat klien HDR
 Memberikan kesempatan pada keluarga untuk mempraktekan cara merawat klien HDR
 Cara memberi obat
 Melatih keluarga mempraktekan cara merawat klien HDR





3. Fase Terminasi
a. Evaluasi respon keluarga
1) Evaluasi Subjektif
- Menanyakan perasaan kepada bapak/ibu setelah berbincang-bincang
- Menanyakan kembali kepada kelurga tentang hal-hal yang baru saja didiskusikan
2). Evaluasi Objektif
- Menanyakan kembali kepada keluarga tentang tanda dan gejala serta penyebab Harga diri rendah, akibat yang akan terjadi apabila tidak ditangani,cara keluarga untuk memberikan dukungan kepada klien dalam merawat klien
- Mengobservasi ekspresi keluarga selama pembicaraan dan respon perilaku terhadap kunjungan
- Meminta keluarga untuk mendemonstrasikan kembali cara merawat serta dukungan keluarga dengan klien
b. Rencana tindak lanjut
1) Menanyakan kepada keluarga tentang harapan dan keinginan selanjutnya
2) Meminta keluarga menjelaskan kembali yang telah didiskusikan dan tetap berkonsultasikan dengan dokter



C. Strategi Komunikasi
1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
“Selamat pagi pak / bu, nama saya Yuyun Yuningsih, S.Kep saya dapat tugas dari Rumah Sakit Jiwa Dr Soeharto Heerdjan untuk mengunjungi keluarga Tn. K yang selama ini saya rawat tanda bukti, ada surat tugas dari dari Rumah Sakit jiwa Dr. Soeharto Heerdjan. Nama bapak/ibu siapa? Baiklah pak / bu, saya akan menjelaskan kedatangan saya kesini.
b. Evaluasi Validasi
Bapak/ibu bagaimana kondisi Tn.A sebelum dibawa ke RSJSH?
c. Kontrak
Topik : Berbincang – bincang dengan keluarga klien tentang pengertian Harga Diri Rendah ( HDR ), tanda dan gejala dari HDR dan cara merawat pasien HDR.
Waktu : Bapak / Ibu mau berapa lama kita berbincang-bincang ?
Tempat : Bapak / Ibu, dimana kita kira-kira dapat berbincan-bincang ? Diteras, apa diruang tamu ?
Tujuan : Keluarga mampu merawat klien di rumah dengan HDR

2. Fase Kerja
“ Apa yang bapak/ibu ketahui tentang masalah Tn. K ?”
“ Ya, memang benar sekali pak ? bu, Tn. K itu memang terlihat tidak percaya diri dan sering merasa dirinya tidak bisa apa – apa.
Misalnya pada Tn.K sering mengatakan dirinya tidak punya pekerjaan tetapi tidak mau rekannya itu tahu klien merasa malu bila ketahuan klien memendam sendiri perasaannya. klien mengatakan akan berusaha mencari pekerjaan dan melakukan sosialisasi agar orang lebih menghargainya, saat di rawat klien sering menyendiri. Dengan kata lain saudara bapak / ibu memiliki HDR yang ditandai dengan munculnya pikiran – pikiran yang selalu negative terhadap dirinya sendiri. Bila keadaan Tn. K terus menerus seperti itu, Tn. K bisa mengalami masalah yang lebih berat lagi misalnya, Tn. K menjadi malu bertemu orang lain dan memilih mengurung diri”.
“ Sampai disini bapak / ibu mengerti apa yang dimaksud dengan HDR?”.
“ Bagus sekali, bapak / ibu sudah mengerti.” Setelah kita mengerti masalah Tn. K, dapat menjadi masalah serius maka kita perlu memberikan perawatan yang baik untuk Tn. K .” Bapak / ibu apa saja kemampuan yang dimiliki Tn. K ?’’ ‘’ Ya benar bu, dia juga mengatakan hal yang sama.’’ Tn. K itu telah berlatih 3 kegiatan yaitu : melakukan sholat, mengelap meja, melakukan olah raga pagi dengan cara jalan – jalan pagi, serta telah dibuat jadwal untuk melakukannya. Untuk itu bapak / ibu dapat mengingatkan Tn. K untuk melakukan kegiatan tersebut sesuai dengan jadwal. Tolong bantu menyiapkan alat – alatnya ya pak / bu, dan jangan lupa memberikan pujian agar kepercayaan dirinya meningkat. Ajak pula memberi tanda checklist pada jadwal kegiatannya. Selain itu bapak / ibu tetap perlu memantau perkembangan Tn. K jika masalah HDR nya kembali muncul dan jika tidak tertangani lagi, bapak / ibu dapat membawanya kembali ke rumah sakit.’’
‘’ Nah bagaimana kalau sekarang kita praktekkan cara memberi pujian kepada Tn. K.’’ Bagus sekali Tn. K, kamu sudah bisa melakukan sholat.’’ Baiklah bu, tolong Tn. K sering diingatkan untuk tetap minum obat secara rutin dan cepat kontrol jika obat habis.’’

3. Fase Terminasi
a. Evaluasi respon keluarga
1). Evaluasi Subjektif
“Bagaimana perasaan bapak / ibu setelah kita berdiskusi tentang pengertian dan HDR, tanda dan gejala dan cara merawat pasien dengan HDR.’’
2) Evaluasi Objektif
“Dapatkah bapak / ibu menjelaskan kembali masalah tentang pengertian HDR, tanda dan gejala dan cara merawat pasien dengan HDR.
b. Rencana tindak lanjut
 Memotivasi kepada keluarga untuk minum obat secara teratur dan kontrol sebelum obat habis
 Memberikan jadwal kegiatan yang dapat dilanjutkan di rumah

4. Terminasi Akhir
“Pak / bu saya mengadakan kunjungan rumah ini hanya satu kali, mudah-mudahan bapak / ibu dapat menerapkan semua yang telah kita diskusikan, saya permisi.’’

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar